I. PERADABAN ISLAM PADA MASA KLASIK
A. KHILAFAH
RASYIDAH
Setelah nabi Muhammad SAW wafat,
kaum muslimin bingung untuk menunjuk siapa yang akan menjadi pengganti Nabi
karena beliau tidak memberikan wasiat perihal itu. Akhirnya, sejumlah tokoh
muslim bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka.
Akhirnya Abu Bakkar terpilih sebagai pengganti Rasul setelah mengalami
perseteruan antara kaum Muhajirin dan Anshar.
Sebagai pemimpin setelah Rasul,
Abu Bakar disebut Khilafah Rasulillah (Pengganti
Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Abu Bakar menjadi khalifah hanya dalam 2 tahun. Masa
sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama
tantangan yang timbul dari suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi.
Setelah kepemiminan Abu Bakar
selesai, kemudian yang menjadi pemimpin adalah Umar, yang sebelumnya telah
dipilih oleh khalifah Abu Bakar. Pada masa kepemimpinan Umar, gelombang
ekspansi dilakukan. Dengan demikian pada masa Umar ini kekuasaan Islam sudah
meliputi Jazirah Arab, Palestina, Syiria, sebagian besar wilayah Persia dan
Mesir. Karena perluasan wilayah berlangsunng sanat cepat, Umar mengatur
administrasi Negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang di
Persia. Umar memerintah selama 10 tahun. Ia meninggal karena dibunuh oleh budak
Persia. Sebelum meninggal ia menunjuk 6 sahabat dan memilih siapa yang akan
menjadi penggantinya kemudian. Setelah Umar wafat tim tersebut bermusyawarah read more
dan berhasil menunjuk Usman sebagai khalifah.
dan berhasil menunjuk Usman sebagai khalifah.
Pemerintahan Usman berlangsung
selama 12 tahun. Rakyat banyak merasa dikecewakan dengan sistem kepemimpinannya
ini. Usman diangkat menjadi khalifat memang sudah berusia 70 tahun dan sifatnya
yang lemah lembut. Tapi bukan berarti ia tidak melakukan kegitan yang penting.
Dia juga membangun Mesjid, jembatan, dan memperluas masjid Nabi di Madinah.
Setelah Usman meninggal karena
dibunuh oleh rakyat yang merasa dikecewakan, akhirnya umat Muslim ramai-ramai
membaiat Ali sebagai khalifah. Ali memerintah hanya 6 tahun. Selama masa
pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikitpun
dalam pemerintahannya yang dapat dikatakn stabil. Ali memecat para gubernur
yang diangkat oleh Usman karena ia yakin bahwa pemberontakan terjadi karena
keteledoran mereka. Tidak lama setelah itu, Ali menghadapi pemberontakan
Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum pembunuh
Usman dan mereka menuntut bela terhadap darah Usman. Ali sebenarnya ingin
menghindari perang. Ia mengirimi surah kepada Thalhah akan tetapi Thalhah
mengabaikannya. Akhirnya terjadilah perang dahsyat yang dinamakan Perang Jamal.
Bersamaan dengan itu, kebijakan
Ali mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur Damaskus, Muawiyah, yang
didukung oleh sejumlah bekas pejabat yang merasa kehilangan kedudukan. Setelah berhasil memadamkan perang
jamal, Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara.
Pasukan Ali bertemu dengan pasukan Muawiyah di Shiffin. Pertempuran terjadi di
sini yang dikenal dengan Perang Shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi itu tidak
menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga,
al-khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya diujung masa
pemerintahan Ali, umat Islam terpecah menjadi 3 kekuatan politik yaitu
Muawiyah, syiah (pengikut Ali), dan Khawarij. Munculnya kelompok khawarij
menyebabkan posisi Ali melemah sementara Muawiyah semakin kuat. Pada tanggal 20
Ramadhan Ali terbunuh oleh kaum Khawarij. Kemudian khalifah dijabat oleh Hasan.
Namun Hasan ternyata lemah, sementara Muawiyah kian kuat. Dengan demikian Hasan
membuat perjanjian damai yang pada akhirnya membuat Muawiyah menjadi khalifah
absolut islam.
B. KEKHALIFAHAN
BANI UMAYYAH
1. Berdirinya
Bani Umayah
Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafa’
ar-Rasyidin yang memerintah. Dinasti Bani Umayyah berlangsung
selama 90 tahun didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Ibu kota Negara
dipindahkan dari Madinah ke Damaskus. Ekspansi yang te rhenti pada masa Usman dan Ali diteruskan pada masa ini. Ekspansi
kebarat dilakukan secara besar-besaran dilanjutkan pada masa Al Walid ibn Abdul
Malik. Setelah Aljazai dan Marokoditundukan, Thariq bin Ziyad memimpin
pasukannya menyebrangi selat Giblatar. Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan
demikian Ibukota Spanyol dan kota penting lainnya berhasil dikuasai Islam.
Dengan keberhasilan ekspansi baik dari timur maupun barat, wilayah kekuasaan
Islam betul-betul luas. Disamping ekspansi kekuasaan, bani Umayah juga berjasa
dalam pembagunan diberbagai bidang. Ia mendirikan dinas pos dan mencetak mata
uang.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai pada
masa ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negri stabil. Muawiyah tidak
menaati isi perjanjian dengan Hasan ketika dia naik tahta, yang menyebutkan
bahwa persoalan penggantian khalifah setelah Muawiyah diserahkan kepada
pemilihan umat Islam. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid
sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan
rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara beberapa kali dan berkelanjutan.
Hubungan pemerintah dengan golongan
oposisi membaik pada pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Sepeninggalnya dia,
kekuasaan Umayah berada dibawah Khalifah Yazid ibn Abd Al-Malik. Penguasa yang
satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan rakyat.
Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kedamaian dan ketentraman, pada zamannya
berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis,
masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Khalifah Yazid ibn Abd
Al-Malik.
Kerusuhan terus berlanjut hingga masa
pemerintan khalifah Hisyam ibn Abd Al-Malik. Bahkan, dizaman Hisyam ini muncul
satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah.
Kekuatan itu berasal dari kalangan bani Hasyim yang didukung oleh golongan
Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Hisyam ibn Abd Al-Malik
sebenarnya khalifah yang terampil dan tangguh. Akan tetapi, karena gerakan
oposisi terlau kuat, khalifah tidak berdaya mematahkannya. Akhirnya, pada tahun
750M, Daulat umayyah digulingkan Bani abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim
Al-Khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifat terakhir Bani Umayah melarikan diri
ke Mesir, ditangkap dan dibunuh disana.
Dengan ini banyak kaum dari kalangan Bani Umayah yang
berduyun-duyun untuk masuk Islam dan menyebarkan Islam keberbagai wilayah.
2. Latar Belakang Runtuhnya Kekhalifahan Umayyah
a. Faktor internal
1.
Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan
2.
Tidak adanya idiologi pemersatu
3.
Para penguasa islam cukup puas dengan menerima upeti dan tidak melakukan
islamisasi dengan sempurna.
b. Faktor eksternal
1.
Timbulnya semangat orang-orang eropa untuk menguasai kembali andalusia
2.
Konflik islam dan kristen
3.
Kesulitan ekonomi
4.
Bangkitnya kekuatan kelompok bani abbasiah
5.
Di berlakukannya diskriminasi di dalam tatanan masyarakat
C. PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH
ABBASIYYAH
1. Berdirinya Daulah
Abassiyah
Kekuasaan
bani Abbasiyyah didirikan oleh Abdullah As-Shaffah bin Muhammad bin Ali bin
Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib. Selama dinasti ini berkuasa, pola
pemerintahan yang ditetapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik,
soisal, dan budaya. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu,
para sejarawan membagi masa pemerintahan menjadi 5 periode
A. Periode pertama
(132H/750M-232H/847M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
B. Periode Kedua (232H/847M-334H/945M),
disebut periode pengaruh Turki pertama.
C. Periode ketiga (334H/945M-447
H/1055M), disebut periode pengaruh Persia kedua.
D. Periode keempat (447H/1055M-590H/1194M),
disebut periode pengaruh Turki kedua.
E. Periode kelima
(590H/1194M-656H/1258M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi
kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Bagdhad.
Pada
periode pertama, pemerintahan bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara
politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat
kekuasaan politik dan agama sekaligus. Disisi lain, kemakmuran masyarakat
mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi
perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam islam. Namun, setelah periode
ini berakhir, pemerintahan bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik,
meskipun filsafat dan ilmu pengetahuan
terus berkembang.
Popularitas
daulat abasiyah mencapai puncaknya dizaman khalifah Harun Al Rasyid dan
putranya Al Ma’mun. kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun Al Rasyid untuk
keperluan social. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman
khalifah ini. Kesejahtraan social, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan
serta kesusastraan pada zaman keemasannya. Pada masa inilah Negara islam
menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tak tertandingi. Al Ma’mun,
pengganti Al Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta terhadap ilmu.
Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan
buku-buku Yunani, ia menggaji penerjemah- penerjemah dari golongan Kristen dan
penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu
karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait Al Hikmah, pusat
penerjemah yang berfungi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang
besar. Pada masa Al-Ma’mun inilah, Bagdhad mulai menjadi pusat kebudayaan dan
ilmu pengetahuan umum dan agama.
Perkembangan
peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang telah dicapai dinasti abbasiyah
pada periode pertama telah mendrong bangsawan/penguasan hidup mewah, bahkan
cenderungmencolok. Setiap khalifah ingin lebih mewah dari pendahulunya.
Kecenderungan hidup mewah dan ditambah dengan kelemahan khalifah menyebabkan
roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin. Kondisi ini memberi
peluang kepada tentara asal Turki untuk mengambil kendali pemerintahan. Usaha
mereka berhasil sehingga kekuasaan sesungguhnya berada ditangan mereka.
Masuknya
unsur Turki dikepemimpinan menambah persaingan antar bangsa. Al-Mu’tashim dan
khalifah sesudahnya, Al-Watsiq, mampu mengendalikan mereka. Namun khalifah
Al-Mutawwakil, yang merupakan awal kemunduran abassiyah adalah khalifah yang
lemah dengan demikian orang Turki dengan mudah merebut kekuasaan.
2. Latar
Belakang Runtuhnya Daulah Abbasiyah
A. Persaingan antar bangsa
B. Kemerosotan ekonomi
C. Konflik keagamaan
D. Ancaman dari luar
II.
PERADABAN ISLAM PADA MASA PERTENGAHAN
A.
Perkembangan Ajaran Islam pada Abad
Pertengahan (1250-1800)
Perkembangan
Islam pada abad pertengahan ini dilakukan melalui tiga jalan yang dilalui untuk
memperkenalkan Islam pada masyarakat Eropa. Ketiga jalan tersebut adalah
1. Jalan Barat
Proses
melalui jalan barat dimulai dari kawasan Afrika Utara dengan melewati
Semenanjung Iberia. Para pejuang Islam yang melalui jalan ini dipimpin oleh
Thariq bin Ziyad dan dimulai pada tahun 711 M. Perjalanan Thariq dan
rombongannya ini dikenal lantaran prestasinya yang mampu melewati Pegunungan
Pirenia yang pada waktu itu terkenal sangat menakutkan. Namun, di kota
Poitiers, Thariq dan rombongannya ditahan oleh tentara Prancis yang dipimpin
oleh Karel Martel pada 732 M. Akhirnya, rombongan Thariq ini dibebaskan oleh
Khalifah Umayyah yang berkuasa di semenanjung Iberia.
2. Jalan
Tengah
Rute jalan
tengah ini dimulai dari kawasan Tunisia. Rombongan yang melewati jalan tengah
ini menuju Apenina dengan melalui Sisilia. Sisilia serta Italia Selatan sempat
dikuasai oleh pejuang Islam meski tidak terlalu lama. Sebab, pada abad 11,
kedua kawasan tersebut berhasil direbut oleh bangsa Nordia.
3.
Jalan Timur
Pada 1453, Turki yang dipimpin Sultan Muhammad II mampu
mengalahkan Byzantium. Caranya dengan menyerang Konstantinopel melalui laut
Hitam yang merupakan bagian belakang Konstantinopel. Hal ini tidak diduga oleh
tentara Byzantium sehingga dengan mudah mampu ditundukkan.
Setelah menundukkan Byzantium, tentara Turki melanjutkan perjalanan hingga Wina, Austria. Perjalanan dilanjutkan menuju Semenanjung Balkan. Kawasan Balkan sempat dikuasai tentara Islam selama empat abad hingga abad 19. Meski demikian, konstantinopel tetap berada dalam kekuasaan dinasti Umayyah dan berganti nama menjadiistanbul.
Setelah menundukkan Byzantium, tentara Turki melanjutkan perjalanan hingga Wina, Austria. Perjalanan dilanjutkan menuju Semenanjung Balkan. Kawasan Balkan sempat dikuasai tentara Islam selama empat abad hingga abad 19. Meski demikian, konstantinopel tetap berada dalam kekuasaan dinasti Umayyah dan berganti nama menjadiistanbul.
B.
Masa
Tiga Kerajaan Besar (1500-1800)
1. Kerajaan Usmani
Pada zaman dahulu di sebelah barat gurun pasar gobi ada suku yang bernama
Turki., mereka hidup secara nomaden yang terdiri berbagai suku, salah satu suku
yang terkenal adalah suku Ughuj, dari suku tersebut lahirlah sultan pertama di
Turki Usman yang bernama Usman.
Pada saat perkembangan periode periode
Islam mereka dikalahkan oleh bangsa tar tar, mereka pindah ke barat sampai di
tepi laut tengah.
Bangasa Turki tersebut rajin dan ahli perang, pintar berdiplomasi, dan
akhirnya dengan waktu yang relatif singkat menjadi sebuah kekuatan politik yang
besar. Pada awalnya Turki Usmani wilayahnya sangat kecil, dengan adanya dukungan
militer tidak berapa lama Usmani menjadi kerajaan yang besar dan bertahan dalam
kurun waktu yang lama. Setelah Usman meninggal pada 1326 putranya Orkhan naik
tahta pada usia 24 tahun. Periode tentara Islam pertama kalinya masuk ke Eropa.
Orkhan mereformasi dan membentuk 3 pasukan utama. Pertama tentara Sipabi (regular) yang mendapatkan gaji di tiap
bulannya. Kedua tetara Hazeb
(ireguler) yang digaji pada saat mendapatkan harta rampasan perang (mal
alghonimah), Ketiga tentara Jemsari,
kebanyakan anak-anak Kristen yang dibimbing Islam dan disiplin yang kuat.
Kerajaan Usamani untuk beberapa abad masih dipandang sebagai kerajaan
yang kuat terutama dalam bidang militer. Kemajuan kerajaan Usmani yaitu dalam
bidang pemerintahan kemiliteran, ilmu pengetahuan dan budaya, pembangunan
masjid-masjid agung, sekolah, gedung, jembatan, saluran air, villa, dan
pemandian umum. Di bidang keagamaan seperti fatwa ulama menjadi hukum yang
berlaku.
2.
Kerajaan
Safawi di Persia
Pada awal abad ke-16 (1501 M) orang Persia dapat mendirikan Kerajaan yang
beraliran syi’ah di bawah pimpinan Syeikh Ismail. Pada masa kekuasaan Timur
Leng orang safawi berdiam di kota Ardabil, Azerbeijan.
Sejak itu wil Persia mulai tertanam aliran syi’ah terutama pada masa
Timur Leng secara resmi aliran ini ditetapkan sebagai agama / aliran negara
Kerajaan
Syafawi, mulanya adalah sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil
(Azerbaijan). Tarekatnya bernama tarekat Safawiyah, nama ini diambil dari nama
pendirinya yang bernama Safi-Al Din dan nama Syafawi dilestarikan setelah
gerakannya berhasil mendirikan kerajaan.
Jalan
hidup yang ditempuh Al Din adalah jalan sufi dan mengembangkan tasawuf
Safawiyah menjadi gerakan keagamaan yang sangat berpengaruh di Persia, Syiria
dan Anatolia. Yang semula bertujuan memerangi orang-orang yang ingkar dan
memerangi orang-orang yang ahli bid’ah. Lama kelamaan pengikut tarekat
Syafawiyah berubah menjadi tentara dan fanatik dalam kepercayaan dan menentang
keras terhadap orang selain Syiah
Dalam
perkembangannya, kerajaan Syafawi selanjutnya dipimpin oleh Ismail yang baru
berusia tujuh tahun. Ismail beserta pasukannya yang bermarkas di Gilan selama
limabelas tahunmempersiapkan kekuatannya dan mengadakan hubungan dengan para
pengikutnya di Azerbeijan, Syiria dan Anatolia dan pasukan tersebut dinamai
Qizilbash atau baret merah.
Saat kepemimpinan Ismail, pada tahun 1501 M, pasukannya dapat mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dan Tabriz sehingga Ismail memproklairkan dirinya menjadi raja pertama dinasti Syafawi dan berkuasa selama 23 tahun.
Saat kepemimpinan Ismail, pada tahun 1501 M, pasukannya dapat mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dan Tabriz sehingga Ismail memproklairkan dirinya menjadi raja pertama dinasti Syafawi dan berkuasa selama 23 tahun.
Masa
keemasan kerajaan Syafawi terjadi pada masa kepemimpinan Abbas I yaitu di
bidang pilitik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan bidang pembangunan fisik dan
seni. Kemajuan yang dicapainya membuat kerajaan Syafawi menjadi salah satu dari
tiga kerajaan besar Islam yang diperhitungkan oleh lawan-lawannya terutama
dibidang politik dan militer.
3.
Kerajaan Mughal
Kerajaan
Mughal adalah kerajaan termuda di antara 3 kerajaan besar Islam. Pendiri
kerajaan ini adalah Zahiruddin Muhammad dikenal dengan Babur yang berarti
singa, ia putra Umar Syeikh seorang penguasa di negeri Farghanah (Asia Tengah)
keturunan langsung dari Miranshah, putra ke-tiga dari Timur Leng, sementara
ibunya merupakan keturunan Chagtai putra Chengis.
Pada tahun
1858 M kerajaan Mughal juga mengalami kemerosotan, penyebabnya antara lain:
1.
Kemerosotan moral dan para pejabatnya bermewah-mewahan
2.
Pewaris kerajaan dalam kepemimpinannya sangat lemah dan
3.
Kekuatan mililernya juga lemah
4. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Abad
Pertengahan
Ada
beberapa sektor penting yang muncul sebagai pengaruh perkembangan Islam di abad
pertengahan. Beberapa sektor tersebut diantaranya :
a. Bidang
Politik
b. Bidang
Ekonomi Sosial
c. Bidang
Kebudayaan
d. Bidang
Pendidikan
C. Perkembangan Kebudayaan Islam Pada
Abad Pertengahan
Dalam
perkembangan arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan Masjid yang indah
seperti Masjid Al Muhammadi, Masjid Agung Sulaiman dan Masjid Abi Ayyub Al
Anshari dengan hiasan-hiasan kaligrafi yang indah. Selain itu terdapat 235
bangunan dibangun dan dikoordinasi oleh Sinan, arsitek yang berasal dari
Anatolia. Perkembangan kebudayaan Islam tersebut terjadi pada masa kerajaan
Usmani.
Pada masa
kerajaan Safawi telah berhasil membuat Isfahan menjadi ibukota dan kota yang
indah yang terdiri dari bangunan-bangunan seperti masjid, rumah-rumah sakit,
sekolah-sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan Istana Chihil Sutun,
taman-taman wisata yang ditata dengan indah. Di Isfahan terdapat 162 masjid, 48
akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umum. Dalam bidang seni, gaya
arsitek bangunan-bangunannya sangat kentara, misalnya masjid Shah (1611 M dan
masjid Syaikh Lutf Allah (1603 M. Unsur seni lainnya seperti kerajinan tangan,
karpet, permadani, pakaian, keramik,tenunan, mode, tembikar, dan seni lukis.
Selain yang tersebut, perkembangan budaya Islam juga berkembang di kerajaan Mongol misalnya karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasaPersia maupun India. Malik Muhammad Jayazi adalah penyair India yang terkenal dan menghasilkan karya besar “Padmavat”, Abu Fadl dengan karyanya Akhbar nama dan Aini Akhbari yang memaparkan sejarah kerajaan Mongol dengan figure kepemimpinannya. Dalam hal seni terdapat karya-karya arsitektur yang indah seperti Istana Fatpur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid yang megah nan indah seperti masjid yang berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
Selain yang tersebut, perkembangan budaya Islam juga berkembang di kerajaan Mongol misalnya karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasaPersia maupun India. Malik Muhammad Jayazi adalah penyair India yang terkenal dan menghasilkan karya besar “Padmavat”, Abu Fadl dengan karyanya Akhbar nama dan Aini Akhbari yang memaparkan sejarah kerajaan Mongol dengan figure kepemimpinannya. Dalam hal seni terdapat karya-karya arsitektur yang indah seperti Istana Fatpur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid yang megah nan indah seperti masjid yang berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.
III.
PERADABAN ISLAM PADA MASA MODERN
A. Penjajahan
Barat Atas Dunia Islam
Periode modern dalam sejarah Islam bermula dari
tahun 1800M dan berlangsung sampai sekarang. Diawal periode ini, kondisi islam
secara politis berda dibawah penjajahan Barat. Periode ini merupakan zaman
kebangkitan kembali setelah mengalami kemuduran diperiode pertengahan.
Diperiode ini mucul pemikiran dalam Islam. Gerakan pembaharuan palin tidak
muncul karena 2 hal. Pertama,
kesadaran dikalangan ulama bahwa banyak ajaran asing yang masuk dan diterima
sebagai ajaran Islam. Ajaran itu bertentangan dengan semangat ajaran Islam yang
sebenarnya. Oleh karena itu, mereka bangkit untuk membersihkan Islam dari
ajaran tersebut. Kedua, Barat
mendominasi dunia dipolitik dan peradaban. Persentuhan ilmu pengetahuan yang
terjadi menyadarkan bahwa Islam telah ketinggalan mereka. Karena itu, mereka
berusaha bangkit dengan menconntoh barat dalam masalah politik dan peradaban.
India ketika berada pada masa pemerintahan kerajaan
Mughal adalah negri yang kaya. Hal itu mengundang Eropa yang sedang mengalami
kemajuan untuk berdagang disana. Inggris dan Belanda mulai menginjakan kaki di
sana. Kongsi dagang Inggris berusaha menguasai India bagian timur. Penguasa
setempat berusaha mempertahankan kekuasaan. Namun mereka tidak dapat
mengalahkannya sehingga beberapa kota penting jatuh ke tangan Inggris. Pada
tahun 1857, kerajaan Mughal dikuasai sepenuhnya oleh Inggris.
Selain India, Asia Tenggara negri tempat Islam baru
berkembang merupakan daerah rempah- rempah yang terkenal, justru menjadi
rebutan bansa Eropa.Kekuatan Eropa malah lebih awal menancapkan kekuasaanya
dinegri ini dari pada dengan Mughal. Hal itu dikarenakan Asia Tenggara lebih
lemah dibanding Mughal. Kerajaan Islam Malaka di Semenanjung Malaya merupakan
kerajaan Islam kedua setelah Samudera Pasai, dikuasai Portugis tahun 1511.
Tahun 1521 Spanyol datang ke Maluku untuk berdagang. Spanyol menaklukan
kerajaan Islam di Filipin, seperti Kesultanan Maguindanao, buayandan Sulu.akhir
abad ke-16, Belanda datsng ke Indonesia dan segera dapat memonopoli perdagangan
di Nusantara.
Tujuan Belanda dating ke Indonesia untuk
mengembangkan usaha perdagangan, yaitu mendaptkan rempah-rempah yang mahal
harganya di Eropa. Perseroan Amsterdam mengirm armada kapal barangnya ke
Indonesia, terdiri dari 4 kapal, dibawah pimpinan Cornelis De Houtman. Menyusul
kemudian, angkatan kedua dibawah pimpinan Van Nede, Van Heemskerk, dan Van
Warjick. Selain dari Amsterdam, juga datang beberapa kapal dari berbagai kota
di Belanda. Angkatan Ketiga berangkat dibawah pimpinan Van der Hagen. Tentu
saja kehadirannya ditantang oleh penduduk setempat,oleh Karena itu sering
terjadi peperangan, walau pada akhirnya Belanda selau menang.
Demikianlah, keadaan dunia Islam pada abad ke-19M,
sementara Eropa sudah jauh meninggalkannya. Eropa dipersejatai dengan ilmu
modern dan penemuan yang membuka rahasia alam. Satu demi satu negri Islam jatuh
ke tangan Barat. Dalam waktu yang tidak lama, Eropa membagi bagi seluruh dunia
Islam dan bangsa Eropa lainnya mendapat bagiannya dari warisan Islam itu.
Benturan antara islam dan kekuatan eropa telah menyadarkan umat islam, bahwa
mereka memang jauh tertinggal dari eropa. Yang pertama merasakan hal ini yaitu
Turki Usmani, karena kerajaan ini yang pertama menghadapi kekuatan eropa
kesadaran itu memaksa penguasa dan pejuang turki untuk banyak belajar dari
eropa. Gagasan nasionalisme dari barat masuk ke negri muslim melalui
persentuhan umat Islam dengan barat yang menjajah mereka. Gagasan ini mulanya
memiliki banyak tantangan karena di pandang tidak sejalan dengan semangat ukhuwah islamiah. Akan tetapi, ia
berkembang cepat setelah gagasan pan-islamisme redup.
Keadaan kerajaan Islam menjelang datangnya Belanda
diakhir abad ke-16 berbeda-beda, bukan hanya berkenan dengan kemajuan politik,
tetapi juga proses islamisasinya.
B. Bangkitnya
Nasionalisme Didunia Islam
Munculnya gagasan nasionalisme yang diikuti dengan
berdirinya partai politik merupakan modal utama umat Islam dalam perjuangannya
untuk mewujudkan Negara yang merdeka yang bebas dari pengaruh Barat.
Negara berpenduduk mayoritas muslim yang pertama
kali berhasil memroklamasikan kemerdekaannya adalah Indonesia. Indonesia
merdeka dari kependudukan Jepang setelah Jepang dikalahkan oleh tentara sekutu.
Akan tetapi, rakyat Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya itu dengan
perjuanagn bersenjata selam 5 tahun berturut-turut, karena Belanda, yang
didukung oleh tentara sekutu berusaha menguasai kembali kepulauan ini. Kemudian
diikuti oleh Pakistan, Mesir, Irak, dan satu persatu kerajaan Islam memerdekakan
diri dari penjajahan.
C. Kedatangan
Islam di Indonesia
Sejak jaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia
di kenal sebagai pelayar - pelayar yang
sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad masehi sudah ada rute-rute
pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai daerah di daratan Asia Tenggara. Wilayah
Barat Nusantara dan sekitar malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang
menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual di sana menarik
bagi para pedagang dan menjadi daerah
lintasan penting antara Cina dan India.
Pada akhir abad ke -12M, kerajaan Sriwijaya mulai
memasuki masa kemundurannya . Untuk mempertahan kan posisi ekonominya ,
kerajaan Sriwijaya membuat
peraturan cukai yang lebih berat
bagi kapal- kapal dagang yang singgah ke pelabuhan - pelabuhan nya. Akan tetapi,
usaha ini tidak mendatang kan keuntungan
bagi kerajaan, bahkan justru
sebaliknya karena kapal - kapal dagang asing
sering kali menyingkir. Kemunduran ekonomi ini membawa dampak terhadap
perkembangan politik.
Kelemahan Sriwijaya di manfaat kan pula oleh
pedagang- pedagang muslim untuk mendapat
kan keuntungan - keuntungan politik dan
perdagangan. Mereka mendukung daerah –daerah yang muncul dan daerah yang menyatakan diri sebagai
kerajaan bercorak Islam, yaitu kerajaan Samudera Pasai di pesisir Timur Laut
Aceh. Daerah ini sudah disinggahi pedagang- pedagang Muslim sejak abad ke-7 dan ke-8M. Proses islamisasi tentu
berjalan di sana sejak abad tersaebut.
Kerajaan Samudera Pasai dengan segera berkembang baik dalam bidang politik maupun perdagangan.
Kerajaan Islam pertama berdiri di Aceh, yaitu
kerajaan Samudera Pasai. Setelah kerajaan Islam ini berdiri, perkembangan
masyarakat Muslim di Malaka makin lama kian meluas. Sementara itu, di Jaw,
proses islamisasi berlangsung sejak abad ke-11M, meskipun belum meluas,
terbukti dengan ditemukannya makam Fatimah Binti Maimun di Gresik. Perkembangan
Islam di Jawa bersamaan waktunya dengan melemahnya posisi raja Majapahit. Hal
itu memberikan peluang kepada raja-raja pesisir untuk membangun pusat kekuasaan
yang independen. Saluran Islamisasi di Indonesia diantaranya saluaran
perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan politik.
D. Kerajaan Islam Sebelum
Penjajahan
1.
Sumatera
A. Samudera
Pasai
B. Aceh
Darusalam
2. Jawa
A. Demak
B. Pajang
C. Mataram
D. Cirebon
E. Banten
3. Kalimantan
A. Banjar
B. Kutai
C.
Maluku
4. Sulawesi
A. Gowa-Tallo
B. Bone
C. Wajo
D.
Sopeng
Tidak ada komentar:
Posting Komentar