Minggu, 05 Februari 2017

RESUME BUKU BADRI YATIM




I.       PERADABAN ISLAM PADA MASA KLASIK
A.    KHILAFAH RASYIDAH
Setelah nabi Muhammad SAW wafat, kaum muslimin bingung untuk menunjuk siapa yang akan menjadi pengganti Nabi karena beliau tidak memberikan wasiat perihal itu. Akhirnya, sejumlah tokoh muslim bermusyawarah untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin mereka. Akhirnya Abu Bakkar terpilih sebagai pengganti Rasul setelah mengalami perseteruan antara kaum Muhajirin dan Anshar.
Sebagai pemimpin setelah Rasul, Abu Bakar disebut Khilafah Rasulillah (Pengganti Rasul) yang dalam perkembangan selanjutnya disebut khalifah saja. Abu Bakar menjadi khalifah hanya dalam 2 tahun. Masa sesingkat itu habis untuk menyelesaikan persoalan dalam negeri terutama tantangan yang timbul dari suku bangsa Arab yang tidak mau tunduk lagi.
Setelah kepemiminan Abu Bakar selesai, kemudian yang menjadi pemimpin adalah Umar, yang sebelumnya telah dipilih oleh khalifah Abu Bakar. Pada masa kepemimpinan Umar, gelombang ekspansi dilakukan. Dengan demikian pada masa Umar ini kekuasaan Islam sudah meliputi Jazirah Arab, Palestina, Syiria, sebagian besar wilayah Persia dan Mesir. Karena perluasan wilayah berlangsunng sanat cepat, Umar mengatur administrasi Negara dengan mencontoh administrasi yang sudah berkembang di Persia. Umar memerintah selama 10 tahun. Ia meninggal karena dibunuh oleh budak Persia. Sebelum meninggal ia menunjuk 6 sahabat dan memilih siapa yang akan menjadi penggantinya kemudian. Setelah Umar wafat tim tersebut bermusyawarah read more
dan berhasil menunjuk Usman sebagai khalifah.
Pemerintahan Usman berlangsung selama 12 tahun. Rakyat banyak merasa dikecewakan dengan sistem kepemimpinannya ini. Usman diangkat menjadi khalifat memang sudah berusia 70 tahun dan sifatnya yang lemah lembut. Tapi bukan berarti ia tidak melakukan kegitan yang penting. Dia juga membangun Mesjid, jembatan, dan memperluas masjid Nabi di Madinah.
Setelah Usman meninggal karena dibunuh oleh rakyat yang merasa dikecewakan, akhirnya umat Muslim ramai-ramai membaiat Ali sebagai khalifah. Ali memerintah hanya 6 tahun. Selama masa pemerintahannya, ia menghadapi berbagai pergolakan. Tidak ada masa sedikitpun dalam pemerintahannya yang dapat dikatakn stabil. Ali memecat para gubernur yang diangkat oleh Usman karena ia yakin bahwa pemberontakan terjadi karena keteledoran mereka. Tidak lama setelah itu, Ali menghadapi pemberontakan Thalhah, Zubair, dan Aisyah. Alasan mereka, Ali tidak mau menghukum pembunuh Usman dan mereka menuntut bela terhadap darah Usman. Ali sebenarnya ingin menghindari perang. Ia mengirimi surah kepada Thalhah akan tetapi Thalhah mengabaikannya. Akhirnya terjadilah perang dahsyat yang dinamakan Perang Jamal.
Bersamaan dengan itu, kebijakan Ali mengakibatkan timbulnya perlawanan dari gubernur Damaskus, Muawiyah, yang didukung oleh sejumlah bekas pejabat yang merasa kehilangan kedudukan. Setelah berhasil memadamkan perang jamal, Ali bergerak dari Kufah menuju Damaskus dengan sejumlah besar tentara. Pasukan Ali bertemu dengan pasukan Muawiyah di Shiffin. Pertempuran terjadi di sini yang dikenal dengan Perang Shiffin. Perang ini diakhiri dengan tahkim (arbitrase), tapi itu tidak menyelesaikan masalah, bahkan menyebabkan timbulnya golongan ketiga, al-khawarij, orang-orang yang keluar dari barisan Ali. Akibatnya diujung masa pemerintahan Ali, umat Islam terpecah menjadi 3 kekuatan politik yaitu Muawiyah, syiah (pengikut Ali), dan Khawarij. Munculnya kelompok khawarij menyebabkan posisi Ali melemah sementara Muawiyah semakin kuat. Pada tanggal 20 Ramadhan Ali terbunuh oleh kaum Khawarij. Kemudian khalifah dijabat oleh Hasan. Namun Hasan ternyata lemah, sementara Muawiyah kian kuat. Dengan demikian Hasan membuat perjanjian damai yang pada akhirnya membuat Muawiyah menjadi khalifah absolut islam.

B.     KEKHALIFAHAN BANI UMAYYAH
1.      Berdirinya Bani Umayah
Bani Umayyah adalah kekhalifahan Islam pertama setelah masa Khulafa’ ar-Rasyidin yang memerintah. Dinasti Bani Umayyah berlangsung selama 90 tahun didirikan oleh Muawiyah bin Abu Sufyan. Ibu kota Negara dipindahkan dari Madinah ke Damaskus. Ekspansi yang te    rhenti pada masa Usman dan Ali diteruskan pada masa ini. Ekspansi kebarat dilakukan secara besar-besaran dilanjutkan pada masa Al Walid ibn Abdul Malik. Setelah Aljazai dan Marokoditundukan, Thariq bin Ziyad memimpin pasukannya menyebrangi selat Giblatar. Tentara Spanyol dapat dikalahkan, dengan demikian Ibukota Spanyol dan kota penting lainnya berhasil dikuasai Islam. Dengan keberhasilan ekspansi baik dari timur maupun barat, wilayah kekuasaan Islam betul-betul luas. Disamping ekspansi kekuasaan, bani Umayah juga berjasa dalam pembagunan diberbagai bidang. Ia mendirikan dinas pos dan mencetak mata uang.
Meskipun keberhasilan banyak dicapai pada masa ini, namun tidak berarti bahwa politik dalam negri stabil. Muawiyah tidak menaati isi perjanjian dengan Hasan ketika dia naik tahta, yang menyebutkan bahwa persoalan penggantian khalifah setelah Muawiyah diserahkan kepada pemilihan umat Islam. Deklarasi pengangkatan anaknya Yazid sebagai putra mahkota menyebabkan munculnya gerakan-gerakan oposisi dikalangan rakyat yang mengakibatkan terjadinya perang saudara  beberapa kali dan berkelanjutan.
Hubungan pemerintah dengan golongan oposisi membaik pada pemerintahan Umar bin Abdul Aziz. Sepeninggalnya dia, kekuasaan Umayah berada dibawah Khalifah Yazid ibn Abd Al-Malik. Penguasa yang satu ini terlalu gandrung kepada kemewahan dan kurang memperhatikan rakyat. Masyarakat yang sebelumnya hidup dalam kedamaian dan ketentraman, pada zamannya berubah menjadi kacau. Dengan latar belakang dan kepentingan etnis politis, masyarakat menyatakan konfrontasi terhadap pemerintahan Khalifah Yazid ibn Abd Al-Malik.
Kerusuhan terus berlanjut hingga masa pemerintan khalifah Hisyam ibn Abd Al-Malik. Bahkan, dizaman Hisyam ini muncul satu kekuatan baru yang menjadi tantangan berat bagi pemerintahan Bani Umayyah. Kekuatan itu berasal dari kalangan bani Hasyim yang didukung oleh golongan Mawali dan merupakan ancaman yang sangat serius. Hisyam ibn Abd Al-Malik sebenarnya khalifah yang terampil dan tangguh. Akan tetapi, karena gerakan oposisi terlau kuat, khalifah tidak berdaya mematahkannya. Akhirnya, pada tahun 750M, Daulat umayyah digulingkan Bani abbas yang bersekutu dengan Abu Muslim Al-Khurasani. Marwan bin Muhammad, khalifat terakhir Bani Umayah melarikan diri ke Mesir, ditangkap dan dibunuh disana.

Dengan ini banyak kaum dari kalangan Bani Umayah yang berduyun-duyun untuk masuk Islam dan menyebarkan Islam keberbagai wilayah.
     
2.      Latar Belakang Runtuhnya Kekhalifahan Umayyah
a.       Faktor internal
1. Tidak jelasnya sistem peralihan kekuasaan
2. Tidak adanya idiologi pemersatu
3. Para penguasa islam cukup puas dengan menerima upeti dan tidak melakukan islamisasi dengan sempurna.
b.      Faktor eksternal
1. Timbulnya semangat orang-orang eropa untuk menguasai kembali andalusia
2. Konflik islam dan kristen
3. Kesulitan ekonomi
4. Bangkitnya kekuatan kelompok bani abbasiah
5. Di berlakukannya diskriminasi di dalam tatanan masyarakat

C.    PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH ABBASIYYAH
1.   Berdirinya Daulah Abassiyah
Kekuasaan bani Abbasiyyah didirikan oleh Abdullah As-Shaffah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul Muthalib. Selama dinasti ini berkuasa, pola pemerintahan yang ditetapkan berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, soisal, dan budaya. Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik itu, para sejarawan membagi masa pemerintahan menjadi 5 periode
A.    Periode pertama (132H/750M-232H/847M), disebut periode pengaruh Persia pertama.
B.     Periode Kedua (232H/847M-334H/945M), disebut periode pengaruh Turki pertama.
C.     Periode ketiga (334H/945M-447 H/1055M), disebut periode pengaruh Persia kedua.
D.    Periode keempat (447H/1055M-590H/1194M), disebut periode pengaruh Turki kedua.
E.     Periode kelima (590H/1194M-656H/1258M), masa khalifah bebas dari pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif disekitar kota Bagdhad.
Pada periode pertama, pemerintahan bani Abbas mencapai masa keemasannya. Secara politis, para khalifah betul-betul tokoh yang kuat dan merupakan pusat kekuasaan politik dan agama sekaligus. Disisi lain, kemakmuran masyarakat mencapai tingkat tertinggi. Periode ini juga berhasil menyiapkan landasan bagi perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan dalam islam. Namun, setelah periode ini berakhir, pemerintahan bani Abbas mulai menurun dalam bidang politik, meskipun filsafat dan  ilmu pengetahuan terus berkembang.
Popularitas daulat abasiyah mencapai puncaknya dizaman khalifah Harun Al Rasyid dan putranya Al Ma’mun. kekayaan yang banyak dimanfaatkan Harun Al Rasyid untuk keperluan social. Tingkat kemakmuran yang paling tinggi terwujud pada zaman khalifah ini. Kesejahtraan social, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan serta kesusastraan pada zaman keemasannya. Pada masa inilah Negara islam menempatkan dirinya sebagai Negara terkuat dan tak tertandingi. Al Ma’mun, pengganti Al Rasyid, dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta terhadap ilmu. Pada masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk menerjemahkan buku-buku Yunani, ia menggaji penerjemah- penerjemah dari golongan Kristen dan penganut agama lain yang ahli. Ia juga banyak mendirikan sekolah, salah satu karya besarnya yang terpenting adalah pembangunan Bait Al Hikmah, pusat penerjemah yang berfungi sebagai perguruan tinggi dengan perpustakaan yang besar. Pada masa Al-Ma’mun inilah, Bagdhad mulai menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan umum dan agama.
Perkembangan peradaban dan kebudayaan serta kemajuan besar yang telah dicapai dinasti abbasiyah pada periode pertama telah mendrong bangsawan/penguasan hidup mewah, bahkan cenderungmencolok. Setiap khalifah ingin lebih mewah dari pendahulunya. Kecenderungan hidup mewah dan ditambah dengan kelemahan khalifah menyebabkan roda pemerintahan terganggu dan rakyat menjadi miskin. Kondisi ini memberi peluang kepada tentara asal Turki untuk mengambil kendali pemerintahan. Usaha mereka berhasil sehingga kekuasaan sesungguhnya berada ditangan mereka.
Masuknya unsur Turki dikepemimpinan menambah persaingan antar bangsa. Al-Mu’tashim dan khalifah sesudahnya, Al-Watsiq, mampu mengendalikan mereka. Namun khalifah Al-Mutawwakil, yang merupakan awal kemunduran abassiyah adalah khalifah yang lemah dengan demikian orang Turki dengan mudah merebut kekuasaan.
2.   Latar Belakang Runtuhnya Daulah Abbasiyah
A.    Persaingan antar bangsa
B.     Kemerosotan ekonomi
C.     Konflik keagamaan
D.    Ancaman dari luar

II. PERADABAN ISLAM PADA MASA PERTENGAHAN
A.    Perkembangan Ajaran Islam pada Abad Pertengahan (1250-1800) 
Perkembangan Islam pada abad pertengahan ini dilakukan melalui tiga jalan yang dilalui untuk memperkenalkan Islam pada masyarakat Eropa. Ketiga jalan tersebut adalah
1.      Jalan Barat
Proses melalui jalan barat dimulai dari kawasan Afrika Utara dengan melewati Semenanjung Iberia. Para pejuang Islam yang melalui jalan ini dipimpin oleh Thariq bin Ziyad dan dimulai pada tahun 711 M. Perjalanan Thariq dan rombongannya ini dikenal lantaran prestasinya yang mampu melewati Pegunungan Pirenia yang pada waktu itu terkenal sangat menakutkan. Namun, di kota Poitiers, Thariq dan rombongannya ditahan oleh tentara Prancis yang dipimpin oleh Karel Martel pada 732 M. Akhirnya, rombongan Thariq ini dibebaskan oleh Khalifah Umayyah yang berkuasa di semenanjung Iberia.
2.      Jalan Tengah
Rute jalan tengah ini dimulai dari kawasan Tunisia. Rombongan yang melewati jalan tengah ini menuju Apenina dengan melalui Sisilia. Sisilia serta Italia Selatan sempat dikuasai oleh pejuang Islam meski tidak terlalu lama. Sebab, pada abad 11, kedua kawasan tersebut berhasil direbut oleh bangsa Nordia.
3.      Jalan Timur
Pada 1453, Turki yang dipimpin Sultan Muhammad II mampu mengalahkan Byzantium. Caranya dengan menyerang Konstantinopel melalui laut Hitam yang merupakan bagian belakang Konstantinopel. Hal ini tidak diduga oleh tentara Byzantium sehingga dengan mudah mampu ditundukkan.
Setelah menundukkan Byzantium, tentara Turki melanjutkan perjalanan hingga Wina, Austria. Perjalanan dilanjutkan menuju Semenanjung Balkan. Kawasan Balkan sempat dikuasai tentara Islam selama empat abad hingga abad 19.  Meski demikian, konstantinopel tetap berada dalam kekuasaan dinasti Umayyah dan berganti nama menjadiistanbul.
B.     Masa Tiga Kerajaan Besar (1500-1800)
1.      Kerajaan Usmani 
Pada zaman dahulu di sebelah barat gurun pasar gobi ada suku yang bernama Turki., mereka hidup secara nomaden yang terdiri berbagai suku, salah satu suku yang terkenal adalah suku Ughuj, dari suku tersebut lahirlah sultan pertama di Turki Usman yang bernama Usman. Pada saat perkembangan periode periode Islam mereka dikalahkan oleh bangsa tar tar, mereka pindah ke barat sampai di tepi laut tengah.
Bangasa Turki tersebut rajin dan ahli perang, pintar berdiplomasi, dan akhirnya dengan waktu yang relatif singkat menjadi sebuah kekuatan politik yang besar. Pada awalnya Turki Usmani wilayahnya sangat kecil, dengan adanya dukungan militer tidak berapa lama Usmani menjadi kerajaan yang besar dan bertahan dalam kurun waktu yang lama. Setelah Usman meninggal pada 1326 putranya Orkhan naik tahta pada usia 24 tahun. Periode tentara Islam pertama kalinya masuk ke Eropa. Orkhan mereformasi dan membentuk 3 pasukan utama. Pertama tentara Sipabi (regular) yang mendapatkan gaji di tiap bulannya. Kedua tetara Hazeb (ireguler) yang digaji pada saat mendapatkan harta rampasan perang (mal alghonimah), Ketiga tentara Jemsari, kebanyakan anak-anak Kristen yang dibimbing Islam dan disiplin yang kuat.
Kerajaan Usamani untuk beberapa abad masih dipandang sebagai kerajaan yang kuat terutama dalam bidang militer. Kemajuan kerajaan Usmani yaitu dalam bidang pemerintahan kemiliteran, ilmu pengetahuan dan budaya, pembangunan masjid-masjid agung, sekolah, gedung, jembatan, saluran air, villa, dan pemandian umum. Di bidang keagamaan seperti fatwa ulama menjadi hukum yang berlaku.
2.       Kerajaan Safawi di Persia
Pada awal abad ke-16 (1501 M) orang Persia dapat mendirikan Kerajaan yang beraliran syi’ah di bawah pimpinan Syeikh Ismail. Pada masa kekuasaan Timur Leng orang safawi berdiam di kota Ardabil, Azerbeijan.
Sejak itu wil Persia mulai tertanam aliran syi’ah terutama pada masa Timur Leng secara resmi aliran ini ditetapkan sebagai agama / aliran negara
Kerajaan Syafawi, mulanya adalah sebuah gerakan tarekat yang berdiri di Ardabil (Azerbaijan). Tarekatnya bernama tarekat Safawiyah, nama ini diambil dari nama pendirinya yang bernama Safi-Al Din dan nama Syafawi dilestarikan setelah gerakannya berhasil mendirikan kerajaan.
Jalan hidup yang ditempuh Al Din adalah jalan sufi dan mengembangkan tasawuf Safawiyah menjadi gerakan keagamaan yang sangat berpengaruh di Persia, Syiria dan Anatolia. Yang semula bertujuan memerangi orang-orang yang ingkar dan memerangi orang-orang yang ahli bid’ah. Lama kelamaan pengikut tarekat Syafawiyah berubah menjadi tentara dan fanatik dalam kepercayaan dan menentang keras terhadap orang selain Syiah
Dalam perkembangannya, kerajaan Syafawi selanjutnya dipimpin oleh Ismail yang baru berusia tujuh tahun. Ismail beserta pasukannya yang bermarkas di Gilan selama limabelas tahunmempersiapkan kekuatannya dan mengadakan hubungan dengan para pengikutnya di Azerbeijan, Syiria dan Anatolia dan pasukan tersebut dinamai Qizilbash atau baret merah.
Saat kepemimpinan Ismail, pada tahun 1501 M, pasukannya dapat mengalahkan AK Koyunlu di Sharur dan Tabriz sehingga Ismail memproklairkan dirinya menjadi raja pertama dinasti Syafawi dan berkuasa selama 23 tahun.
Masa keemasan kerajaan Syafawi terjadi pada masa kepemimpinan Abbas I yaitu di bidang pilitik, ekonomi, ilmu pengetahuan dan bidang pembangunan fisik dan seni. Kemajuan yang dicapainya membuat kerajaan Syafawi menjadi salah satu dari tiga kerajaan besar Islam yang diperhitungkan oleh lawan-lawannya terutama dibidang politik dan militer.

3.      Kerajaan Mughal
Kerajaan Mughal adalah kerajaan termuda di antara 3 kerajaan besar Islam. Pendiri kerajaan ini adalah Zahiruddin Muhammad dikenal dengan Babur yang berarti singa, ia putra Umar Syeikh seorang penguasa di negeri Farghanah (Asia Tengah) keturunan langsung dari Miranshah, putra ke-tiga dari Timur Leng, sementara ibunya merupakan keturunan Chagtai putra Chengis.
Pada tahun 1858 M kerajaan Mughal juga mengalami kemerosotan, penyebabnya antara lain:
1.      Kemerosotan moral dan para pejabatnya bermewah-mewahan
2.      Pewaris kerajaan dalam kepemimpinannya sangat lemah dan
3.      Kekuatan mililernya juga lemah
4.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Abad Pertengahan
Ada beberapa sektor penting yang muncul sebagai pengaruh perkembangan Islam di abad pertengahan. Beberapa sektor tersebut diantaranya :
a.       Bidang Politik
b.      Bidang Ekonomi Sosial
c.       Bidang Kebudayaan
d.      Bidang Pendidikan
C.    Perkembangan Kebudayaan Islam Pada Abad Pertengahan
Dalam perkembangan arsitektur Islam berupa bangunan-bangunan Masjid yang indah seperti Masjid Al Muhammadi, Masjid Agung Sulaiman dan Masjid Abi Ayyub Al Anshari dengan hiasan-hiasan kaligrafi yang indah. Selain itu terdapat 235 bangunan dibangun dan dikoordinasi oleh Sinan, arsitek yang berasal dari Anatolia. Perkembangan kebudayaan Islam tersebut terjadi pada masa kerajaan Usmani.
Pada masa kerajaan Safawi telah berhasil membuat Isfahan menjadi ibukota dan kota yang indah yang terdiri dari bangunan-bangunan seperti masjid, rumah-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan Istana Chihil Sutun, taman-taman wisata yang ditata dengan indah. Di Isfahan terdapat 162 masjid, 48 akademi, 1802 penginapan dan 273 pemandian umum. Dalam bidang seni, gaya arsitek bangunan-bangunannya sangat kentara, misalnya masjid Shah (1611 M dan masjid Syaikh Lutf Allah (1603 M. Unsur seni lainnya seperti kerajinan tangan, karpet, permadani, pakaian, keramik,tenunan, mode, tembikar, dan seni lukis.
Selain yang tersebut, perkembangan budaya Islam juga berkembang di kerajaan Mongol misalnya karya seni yang menonjol adalah karya sastra gubahan penyair istana, baik yang berbahasaPersia maupun India. Malik Muhammad Jayazi adalah penyair India yang terkenal dan menghasilkan karya besar “Padmavat”, Abu Fadl dengan karyanya Akhbar nama dan Aini Akhbari yang memaparkan sejarah kerajaan Mongol dengan figure kepemimpinannya. Dalam hal seni terdapat karya-karya arsitektur yang indah seperti Istana Fatpur Sikri di Sikri, vila dan masjid-masjid yang megah nan indah seperti masjid yang berlapiskan mutiara dan Taj Mahal di Agra, Masjid Raya Delhi dan istana indah di Lahore.



III. PERADABAN ISLAM PADA MASA MODERN
A.        Penjajahan Barat Atas Dunia Islam
Periode modern dalam sejarah Islam bermula dari tahun 1800M dan berlangsung sampai sekarang. Diawal periode ini, kondisi islam secara politis berda dibawah penjajahan Barat. Periode ini merupakan zaman kebangkitan kembali setelah mengalami kemuduran diperiode pertengahan. Diperiode ini mucul pemikiran dalam Islam. Gerakan pembaharuan palin tidak muncul karena 2 hal. Pertama, kesadaran dikalangan ulama bahwa banyak ajaran asing yang masuk dan diterima sebagai ajaran Islam. Ajaran itu bertentangan dengan semangat ajaran Islam yang sebenarnya. Oleh karena itu, mereka bangkit untuk membersihkan Islam dari ajaran tersebut. Kedua, Barat mendominasi dunia dipolitik dan peradaban. Persentuhan ilmu pengetahuan yang terjadi menyadarkan bahwa Islam telah ketinggalan mereka. Karena itu, mereka berusaha bangkit dengan menconntoh barat dalam masalah politik dan peradaban.
India ketika berada pada masa pemerintahan kerajaan Mughal adalah negri yang kaya. Hal itu mengundang Eropa yang sedang mengalami kemajuan untuk berdagang disana. Inggris dan Belanda mulai menginjakan kaki di sana. Kongsi dagang Inggris berusaha menguasai India bagian timur. Penguasa setempat berusaha mempertahankan kekuasaan. Namun mereka tidak dapat mengalahkannya sehingga beberapa kota penting jatuh ke tangan Inggris. Pada tahun 1857, kerajaan Mughal dikuasai sepenuhnya oleh Inggris.
Selain India, Asia Tenggara negri tempat Islam baru berkembang merupakan daerah rempah- rempah yang terkenal, justru menjadi rebutan bansa Eropa.Kekuatan Eropa malah lebih awal menancapkan kekuasaanya dinegri ini dari pada dengan Mughal. Hal itu dikarenakan Asia Tenggara lebih lemah dibanding Mughal. Kerajaan Islam Malaka di Semenanjung Malaya merupakan kerajaan Islam kedua setelah Samudera Pasai, dikuasai Portugis tahun 1511. Tahun 1521 Spanyol datang ke Maluku untuk berdagang. Spanyol menaklukan kerajaan Islam di Filipin, seperti Kesultanan Maguindanao, buayandan Sulu.akhir abad ke-16, Belanda datsng ke Indonesia dan segera dapat memonopoli perdagangan di Nusantara.
Tujuan Belanda dating ke Indonesia untuk mengembangkan usaha perdagangan, yaitu mendaptkan rempah-rempah yang mahal harganya di Eropa. Perseroan Amsterdam mengirm armada kapal barangnya ke Indonesia, terdiri dari 4 kapal, dibawah pimpinan Cornelis De Houtman. Menyusul kemudian, angkatan kedua dibawah pimpinan Van Nede, Van Heemskerk, dan Van Warjick. Selain dari Amsterdam, juga datang beberapa kapal dari berbagai kota di Belanda. Angkatan Ketiga berangkat dibawah pimpinan Van der Hagen. Tentu saja kehadirannya ditantang oleh penduduk setempat,oleh Karena itu sering terjadi peperangan, walau pada akhirnya Belanda selau menang.
Demikianlah, keadaan dunia Islam pada abad ke-19M, sementara Eropa sudah jauh meninggalkannya. Eropa dipersejatai dengan ilmu modern dan penemuan yang membuka rahasia alam. Satu demi satu negri Islam jatuh ke tangan Barat. Dalam waktu yang tidak lama, Eropa membagi bagi seluruh dunia Islam dan bangsa Eropa lainnya mendapat bagiannya dari warisan Islam itu. Benturan antara islam dan kekuatan eropa telah menyadarkan umat islam, bahwa mereka memang jauh tertinggal dari eropa. Yang pertama merasakan hal ini yaitu Turki Usmani, karena kerajaan ini yang pertama menghadapi kekuatan eropa kesadaran itu memaksa penguasa dan pejuang turki untuk banyak belajar dari eropa. Gagasan nasionalisme dari barat masuk ke negri muslim melalui persentuhan umat Islam dengan barat yang menjajah mereka. Gagasan ini mulanya memiliki banyak tantangan karena di pandang tidak sejalan dengan semangat ukhuwah islamiah. Akan tetapi, ia berkembang cepat setelah gagasan pan-islamisme redup.
Keadaan kerajaan Islam menjelang datangnya Belanda diakhir abad ke-16 berbeda-beda, bukan hanya berkenan dengan kemajuan politik, tetapi juga proses islamisasinya.
B.        Bangkitnya Nasionalisme Didunia Islam
Munculnya gagasan nasionalisme yang diikuti dengan berdirinya partai politik merupakan modal utama umat Islam dalam perjuangannya untuk mewujudkan Negara yang merdeka yang bebas dari pengaruh Barat.
Negara berpenduduk mayoritas muslim yang pertama kali berhasil memroklamasikan kemerdekaannya adalah Indonesia. Indonesia merdeka dari kependudukan Jepang setelah Jepang dikalahkan oleh tentara sekutu. Akan tetapi, rakyat Indonesia harus mempertahankan kemerdekaannya itu dengan perjuanagn bersenjata selam 5 tahun berturut-turut, karena Belanda, yang didukung oleh tentara sekutu berusaha menguasai kembali kepulauan ini. Kemudian diikuti oleh Pakistan, Mesir, Irak, dan satu persatu kerajaan Islam memerdekakan diri dari penjajahan.
C.        Kedatangan Islam di Indonesia
Sejak jaman prasejarah, penduduk kepulauan Indonesia di kenal sebagai pelayar - pelayar  yang sanggup mengarungi lautan lepas. Sejak awal abad masehi sudah ada rute-rute pelayaran dan perdagangan antara kepulauan Indonesia dengan berbagai  daerah di daratan Asia Tenggara. Wilayah Barat Nusantara dan sekitar malaka sejak masa kuno merupakan wilayah yang menjadi titik perhatian, terutama karena hasil bumi yang dijual di sana menarik bagi para pedagang dan menjadi daerah  lintasan penting antara Cina dan India.
Pada akhir abad ke -12M, kerajaan Sriwijaya mulai memasuki masa kemundurannya . Untuk mempertahan kan posisi ekonominya , kerajaan Sriwijaya membuat  peraturan  cukai yang lebih berat bagi kapal- kapal dagang yang singgah ke pelabuhan - pelabuhan nya. Akan tetapi, usaha ini tidak mendatang kan keuntungan  bagi  kerajaan, bahkan justru sebaliknya karena  kapal - kapal dagang  asing  sering kali menyingkir. Kemunduran ekonomi ini membawa dampak terhadap perkembangan politik.
Kelemahan Sriwijaya di manfaat kan pula oleh pedagang- pedagang  muslim untuk mendapat kan keuntungan - keuntungan  politik dan perdagangan. Mereka mendukung daerah –daerah yang muncul  dan daerah yang menyatakan diri sebagai kerajaan bercorak Islam, yaitu kerajaan Samudera Pasai di pesisir Timur Laut Aceh. Daerah ini sudah disinggahi pedagang- pedagang Muslim sejak  abad ke-7 dan ke-8M. Proses islamisasi tentu berjalan di sana sejak abad tersaebut.  Kerajaan Samudera Pasai dengan segera berkembang baik dalam bidang  politik maupun perdagangan.
Kerajaan Islam pertama berdiri di Aceh, yaitu kerajaan Samudera Pasai. Setelah kerajaan Islam ini berdiri, perkembangan masyarakat Muslim di Malaka makin lama kian meluas. Sementara itu, di Jaw, proses islamisasi berlangsung sejak abad ke-11M, meskipun belum meluas, terbukti dengan ditemukannya makam Fatimah Binti Maimun di Gresik. Perkembangan Islam di Jawa bersamaan waktunya dengan melemahnya posisi raja Majapahit. Hal itu memberikan peluang kepada raja-raja pesisir untuk membangun pusat kekuasaan yang independen. Saluran Islamisasi di Indonesia diantaranya saluaran perdagangan, perkawinan, tasawuf, pendidikan, kesenian, dan politik.
D. Kerajaan Islam Sebelum Penjajahan
1. Sumatera
A.    Samudera Pasai
B.     Aceh Darusalam
  
  2. Jawa
A.    Demak
B.     Pajang
C.     Mataram
D.    Cirebon
E.     Banten
3. Kalimantan
A.    Banjar
B.     Kutai
C.    Maluku
4. Sulawesi
A.    Gowa-Tallo
B.     Bone
C.     Wajo
D.    Sopeng

Tidak ada komentar: